Ini Dia Berbagai Faktor Penentu Kecerdasan Anak yang Perlu Anda Tahu

Ini Dia Berbagai Faktor Penentu Kecerdasan Anak yang Perlu Anda Tahu

Memiliki anak yang sehat adalah suatu keberuntungan tersendiri. Untuk dapat memiliki anak yang sehat, tentu orang tua harus bisa memberikan asupan nutrisi yang lengkap dan cukup bagi si kecil. Dengan mengetahui prinsip gizi seimbang dan menerapkannya pada si kecil, maka anak Anda pun akan bisa mendapatkan gisik yang lebih sehat.

Dengan kondisi anak yang sehat, maka pertumbuhan dan perkembangan anak pun akan lebih baik, secara fisik maupun mental. Bahkan anak yang lebih sehat dengan asupa gizi yang optimal dipercaya akan tumbuh menjadi anak yang lebih cerdas. Tentu saja punya anak yang sehat dan cerdas akan lebih menyenangkan lagi bagi para orang tua.

Pelancar Asi

Faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak

Asupan gizi yang optimal sangat mempengaruhi tingkat kecerdasan seorang anak. Untuk hal ini, tentu banyak orang tua yang sudah mengetahuinya. Berbagai penelitian yang mendukung teori ini pun sudah banyak dilakukan. Bahkan, hal ini juga ditegaskan lagi oleh Ahli gizi Fakultas Kedokteran dari Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono.

Beliau mengungkapkan bahwa gizi yang baik menjadi faktor kunci yang menentukan kecerdasan seorang anak. Tapi, beliau juga mengungkapkan bahwa selain faktor gizi, ada faktor pemicu lain yang dapat mempengaruhi kecerdasan anak. Jadi, asupan gizi bukanlah satu -satunya kunci kecerdasan anak tersebut.

Lantas, apa saja faktor tersebut? Secara umum, faktor penentu kecerdasan anak tersebut dibagi ke dalam faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal adalah faktor genetika, sedangkan faktor eksternal adalah pengaruh lingkungan. Pengaruh lingkungan dalam faktor eksternal ini dapat meliputi stimulasi, aktivitas fisik, nutrisi, serta upaya untuk menjaga kondisi kesehatan.

Jadi, faktor gizi termasuk dalam faktor yang memang cukup berpengaruh terhadap kecerdasan anak, tapi tidak mutlak. Itu sebabnya, anak yang memiliki gizi kurang baik, bisa saja tetap cerdas apabila didukung oleh faktor internal yakni genetika yang cerdas.

Pengaruh faktor genetika yang kecil terhadap kecerdasan

Ya, baik faktor internal maupun faktor eksternal keduanya dapat sangat mempengaruhi. Akan tetapi, faktor internal yang mencakup faktor genetik ini diketahui hanya mempunyai kontribusi relatif kecil terhadap kecerdasan seoran anak. Setidaknya, faktor internal ini mempengaruhi sekitar 5 persen saja.

Sedangkan 95 persen dari kecerdasan anak lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Berpijak pada pandangan ini, maka orang tua yang kebetulan memang kurang cerdas, tetap berkemungkinan memiliki anak yang cerdas. Tentu saja hal ini bisa dilakukan dengan memaksimalkan faktor eksternal yang mempengaruhi kecerdasan anak tersebut.

Pandangan umum sering mengatakan bahwa, apabila menginginkan anak cerdas, maka sang ibu juga harus cerdas. Pandangan ini memang tidak bisa dikatakan salah, sebab seorang ibu menjadi tempat bernaung bayi selama 9 bulan awal kehidupannya. Dan di dalam rahim ini pula, kecerdasan anak dapat mulai dibentuk.

Namun, tentu tak hanya ibu yang berpengaruh pada kecerdasan anak. Seorang ayah pun juga ikut mempengaruhi kecerdasan bayi. Ayah dapat banyak berperan dalam menjaga kondisi si istri ketika mengandung. Selain itu, ketika bayi telah dilahirkan, sang ayah juga dapat ikut merawat dan mengontrolnya.

Yang perlu ditekankan, orang tua harus tahu bahwa kecerdasan seorang anak sangat ditentukan apda 1.000 hari pertama kehidupannya. Yakni, ketika bayi masih berada dalam kandungan ibu, sampai bayi tersebut lahir dan berusia 5 tahun.

Pada masa -masa emas perkembangan bayi tersebutlah, kecerdasan anak terbentuk. Dengan perencanaan dan persiapan yang tepat, kecerdasan si kecil pun bisa dimaksimalkan lagi.

Pelancar Asi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *